Senin, 03 November 2014

Makalah Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling
Jenis- jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
fffff.jpg

Oleh
Kelompok II
I :

TAUFIK HIDAYAT
YUNI FEBRIANI
YOARA AMELIA MARTA
SARAH
RESKI YULINDA PUTRI


Dosen Pembimbing :
Drs. H. R. ARLIZON,M. PD



BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU KEGURUANPENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2014



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada tuhan yang maha esa, karena dengan pertolonganya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ layanan bimbingan dan konseling”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pekerjaanya, tapi kami berhasil mengerjakanya dengan baik.
Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa/mahasiswi yang telah memeberikan kontrubusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan terutama bagi kami sebagai pembuat makalah.
Pada bagian akhir, kami mengulas berbagai masukan dan pendapat dari pembaca tentang makalah kami ini, karena kami masih dalam tahap belajar kami perlu adanya masukan jika di dalam makalah kami ini terdapat kesalahan. Semoga makalah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

Pekanbaru,  oktober 2014




                                                                                                                 Pemakalah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………...
DAFTAR ISI ………………………………………………………………...
BAB 1 PENDAHULUAN …………………………………………………..
            1.1. Latar Belakang …………………………………………………..
            1.2. Rumusan Masalah ……………………………………….............
            1.3. Tujuan ……………………………………………………………
            1.4 Manfaat …………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………............
            2.1. layanan orientasi………………………………………………….
            2.2. layanan informasi….......................................................................
     2.3. layanan penempatan/penyaluran ………………………………...
BAB III PENUTUP………………………....................................................
            3.1. Kesimpulan ………………………………………………………
            3.2. saran  …………………………………………………….............
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………











BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. 025/D/1995).
Dalam kajian Bimbingan dan Konseling kita mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan bimbingan dari konselor kepada klien untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh klien. Terlebih lagi mengenai jenis-jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang terbagi menjadi beberapa layanan ini memiliki fungsi dan kegiatan yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itu akan dikaji secara mendalam mengenai pengertian layanan-layanan dalam suatu konteks tertentu sehingga kita dapat memahami makna layanan-layanan itu.
Sehingga dalam pembahasan layanan-layanan bimbingan dan konseling ini bertujuan untuk membantu para klien yang mengalami masalah agar dapat mengambil keputusan secara tepat dan akurat dengan bantuan konselor. Selain itu, akan dibahas pula mengenai pengertian masing-masing layanan tersebut sehingga akan jelas tindakan klien jika mereka mempunyai masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri. Sehingga peran konselor sangat penting untuk membantu kliennya
















1.2.  Rumusan Masalah

§  Apa yang dimaksud layanan orientasi, layanan informasi dan layanan penempatan ?
§  Apa tujuan layanan orientasi,informasi dan penempatan?
§  Apa isi layanan orientasi,informasi dan penempatan?
§  Apa teknik layanan orientasi, informasi,dan penempatan?
§  Apa kegiatan pendukung dari layanan orientasi, informasi dan penempatan?




1.3.   Tujuan

Ø  Mendeskripsikan pengertian layanan orientasi, informasi dan penempatan
Ø  Mendeskripkan tujuan layanan orientasi, informasi, dan penempatan
Ø  Mendiskripsikan isi layanan orientasi,informasi dan penempatan
Ø  Mendiskripsikan teknik layanan orientasi, informasi,dan penempatan
Ø  Mendeskripsikan kegiatan pendukung layanan orientasi, informasi, dan penempatan.
                         
1.4.  Manfaat
·         Memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar-dasar Bimbingan dan konseling
·         Sebagai bahan ajaran Mata Kuliah Dasar-dasar Bimbingan dan konseling
·         Memahami jenis-jenis layanan dan isi layanan bimbingan dan konseling
·         Mengetahui  teknik dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling









BAB II
                                                   PEMBAHASAN
2.1. LAYANAN ORIENTASI
Layanan orientasi  adalah layanan bimbingan yang di lakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Pemberian layanan ini bertolak dari anggapan bahwa memasuki lingkungan baru bukanlah hal yang selalu dapat berlangsung dengan mudah dan menyenangkan bagi setiap orang. Ibarat seseorang yang baru pertama kali datang ke sebuah kota besar, maka ia berada dalam keadaan serba buta. Buta tentang arah yang hendak dituju,buta tentang jalan-jalan,dan buta tentang itu dan ini. Akibat dari kebutaannya itu,tidak jarang ada yang sesat dan tidak mencapai apa yang hendak ditujunya. Demikian juga bagi siswa baru disekolah atau bagi orang-orang yang baru memasuki suatu dunia kerja, mereka belum bnyak mengetahui tntang lingkungan yang baru dimasukinya.
Menurut prayitno (2004) orientasi berarti tatapan kedepan ke arah dan tentang sesuatu yang baru. Berdasarkan arti ini, layanan orientasi bermakna suatu layanan terhadap siswa baik di sekolah maupun di madrasah yang berkenaan dengan tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru.
Situasi atau lingkungan yang baru bagi individu meupakan sesuatu yang asing. Dalam kondisi keterasingan, individu akan mengalami kesulitan untuk bersosialisasi. Ketidak mampuan bersosialisasi juga bisa menimbulkan  perilaku maladaptif (perilaku menyimpang) bagi individu. Layanan orientasi berusaha menjembatani kesenjangan antara individu  dengan suasana atau pun objek-objek baru. Layanan ini juga akan mengantarkan siswa memasuki suasana ataupun objek baru agar ia dapat mengambil manfaat berkenaan dengan situasi atau objek yang baru tersebut.

1.Tujuan layanan  orientasi
            Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru.  Dengan kata lain agar individu dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya adri berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut. Layanan ini juga akan mengantarkan individu untuk memasuki suasana atau lingkungan baru.
            Secara khusus, tujuan layanan orientasi ini berkenaan dengan fungsi- fungsi tertentu pelayanan bimbingan dan konseling. Dilihat dari fungsi pemahaman, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar memiliki pemahaman tentang berbagai hal yang i penting dari suasana yang baru saja dijumpainya. Hal- hal yang baru dijumpai, diolah oleh individu, dan digunakan untuk sesuatu yang menguntungkan.
              Dilihat dari fungsi pencegahan,layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat timbul apabila individu tidak memahami situasi atau lingkungannya yang baru. Dilihat dari fungsi pengembangan, apabila individu mampu memanfaatkan secara konstruktif sumber-sumber yang ada pada situasi yang baru, maka individu baru dapat mengembangkan dan memelihara potensi dirinya. Pemahaman tentang situasi yang baru dan kemampuan konstruktif memasuki suasana baru, merupakan jalan bagi pengentasan dan dalam membela hak-hak  pribadi sendiri (fungsi advokasi).

2.        Isi Layanan orientasi
Isi layanan orientasi adalah berbagai hal berkenaan dengan suasana, lingkungan, dan objek yang baru bagi individu.hal- hal tersebut melingkupi bidang-bidang (a).pengembangan pribadi (b).pengembangan hubungan sosial, (c). Pengembangan kegiatan belajar , (d). Pengembangan karier (e). Pengembangan kehidupan berkeluarga dan (f). Pengembangan kehidupan beragama.

3.        Teknik layanan orientasi
Proses layanan orientasi mulai dari perencanaan hingga akhir bisa dilaksanakan melalui berbagai teknik dalam format lapangan, klasikal, kelompok, individual,dan politik.
Pertama, format lapangan. Format ini ditempuh apabila peserta layanan melakukan kegiatan keluar kelas atau ruangan dalam rangka mengakses objek-objek tertentu yang menjadi isi layanan. Melalui format ini, siswa mengunjungi objek-objek yang dimaksud.
Kedua, format klasikal. Dengan format ini, kegiatan layanan orientasi dilaksanakan di dalam kelas atau ruangan. Objek-objek yang menjadi isi layanan di bawa ke dalam kelas dalam bentuk contoh-contoh, ilustrasi melalui gambar,films,tampilan video, dan lain sebagainya.
Ketiga,format kelompok. Secara umum polanya sama dengan format klasikal, yaitu dilakukan secara berkelompok dan terdiri atas sejumlah peserta yang terbatas,misalnya lima sampai delapan orang, melalui format ini lebih memungkinkan dilakukannya akses yang lebih intensif terhadap objek layanan.
Keempat, format individual. Berbeda dengan format kelompok, format ini merupakan format khusus dilakukan terhadap individu-individu tertentu. Isi layanan juga bersifat khusus disesuaikan dengan kebutuhan individu yang bersangkutan.
Kelima, format politik. Dengan format ini, konselor atau pembimbing berupaya menghubungkan atau mengakifkan pihak-pihak diluar peserta layanan untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang memudahkan pelaksanaan layanan dan menguntungkan peserta layanan.

4.        Kegiatan pendukung  layanan orientasi
Pertama, aplikasi intrumental dan himpunan data. Pengungkapan masalah individu melalui instrumen tertentu, misalnya tes dapat menjadi bahan perimbangan untuk layanan orientasi terutama menetapkan isi layanan dan sekaligus individu akan menjadi peserta layanan.
Kedua, konferensi kasus. Harus dapat diarahkan untuk mengidentifikasi hal-hal apa saja yang dijadikan fokus atau isi layanan. Dalam konferensi kasus dapat juga langsung dibicarakan siapa peserta layanan dan aspek-aspek teknisnya.
Ketiga,kunjungan rumah. Untuk hal-hal tertentu apabila memang diperlukan, konselor biasa melakukan kunjungan rumah untuk lebih mendalami data siswa atau untuk kroscek data sesuai dengan kebutuhan layanan.
Keempat,alih tangan kasus.kegiatan ini dilaksanakan apabila keadaan kurang terpenuhinya kebutuhan siswa oleh konselor, terutama kebutuhan di luar kewenangan koselor.



2.2. LAYANAN INFORMASI    
           
Menurut   winkel (1991)  layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan. Layanan informasi juga bermakna usaha-usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan hidupnya dan tentang proses perkembangan anak muda.
Dalam menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya individu memerlukan  berbagai informasi baik untuk keperluannya sehari-hari, sekarang maupun untuk perencanaan kehidupannya kedepan. Individu bisa mengalami masalah dalam kehidupannya sehari-hari maupun dalam menghadapi kebutuhannya di masa depan,akibat tidak menguasai dan tidak mampu mengakses informasi. Melalui layanan bimbingan dan konseling individu di bantu memperoleh atau mengakses informasi.
Ada tiga alasan mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan.  pertama, membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang lungkungan yang yang diperlukannya untuk memecahkan masalah yang dihadapinya berkenaan dengan lingkungan sekitar, pendidikan,jabatan maupun sosial budaya. Kedua, memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya”kemana ia akan pergi”. Dan ketiga,setiap individu adalah unik. Keunikan itu akan membawakan pola-pola pengambilan keputusan dan bertindak yang berbeda-beda disesuaikan dengan aspek-aspek kepribadian masing-masing individu.
Dengan ketiga alasan itu, layanan informasi merupakan kebutuhan yang amat tinggi tingkatannya.lebih-lebih apabila diingat bahwa”masa depan adalah abad informasi”, maka barang siapa tidak memperoleh informasi, maka ia akan tertinggal dan akan kehilangan masa depan.


1.      Tujuan layanan informasi
Layanan informasi bertujan agar siswa mengetahui dan menguasai informasi yang selanjutnya dimanfaatkan untuk  keperluan kehidupannya sehari-hari dan perkembangan dirinya. Selain itu, apabila merujuk kepada fungsi pemahaman, layanan informasi bertujuan agar individu memahami berbagai informasi dengan segala seluk beluknya. Penguasaan akan berbagai informasi dapat digunakan untuk mencegah timbulnya masalah, pemecahan suatu masalah, untuk memelihara dan mengembangkan potensi individu  serta memungkinkan individu yang bersangkutan membuka diri dalam mengaktualisasikan hak-haknay.
Layanan informasi juga bertujuan untuk pengembangan kemandirian. Pemahaman dan penguasaan individu terhadap informasi yang diperlukannya akan memungkinkan individu (a)mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya secara objektif,positif,dan dinamis. (b) mengambil keputusan (c)mengarahkan diri untuk kegiatan-kegiatan berguna sesuai dengan keputusan yang diambil, dan (d) mengaktualisasikan secara terintegrasi.


2.      Isi layanan informasi                                                                                                                       
            Jenis-jenis informasi yang menjadi isi layanan ini bervariasi. Hal itu tergantung kepada kebutuhan para peserta layanan. Informasi yang menjadi isi layanan informasi harus mencakup seluruh seluruh bidang pelayanan bimbingan dan konseling seperti bidang pengembangan pribadi, bidang pengembangan sosial, bidang pengembangan kegiatan belajar, perencanaan karier, kehidupan bekeluarga, dan kehidupan beragama.

3.      Teknik layanan informasi
Layanan informasi dapat diselenggarakan secara langsung dan terbuka oleh pembimbing atau konselor kepada seluruh siswa. Beberapa teknik yang biasa digunakan untuk layanan informasi adalah:
Pertama, ceramah, tanya jawab dan diskusi. Teknik ini paling umum digunakan dalam penyampaian informasi dalam berbagai kegiatan termasuk pelayanan bimbingan dan konseling. Melalui teknik ini, pesrta mendengarkan dan menerima ceramah dari konselor selanjutnya diikuti dengan tanya jawab dan untuk pendalamanyanya dilakukan diskusi.
Kedua, melalui media. Teknik ini dilakukan melalui media tertentu, seperti alat peraga, media tertulis, media gambar, poster,dan media elektronik seperti radio,tape recorder, televisi, dan lain-lain.
Ketiga, acara khusus. Layanan informasi melalui cara ini dilakukan berkenaan dengan acara khusu di sekolah ,misalnya seperti “Hari tanpa Asap Rokok”. Kebersihan Lingkungan Hidup, dll.
Keempat,narasumber. Layanan informasi juga bisa diberikan kepada peserta layanan dengan mengundang narasumber. Misalnya informasi tentang obat-obatan terlarang, narkoba mengundang narasumber kepolisian. Dengan demikian, informasi tidak menjadi monopoli konselor. Dengan kata lain tidak semua informasi diketahui oleh pembimbing. Informasi yang tidak diketahui oleh pembimbing harus diundang pihak lain yang mengetahui.

4.      Kegiatan pendukung layanan informasi
            Pertama, aplikasi instrumen dan himpunan data. Instrumen untuk layanan informasi dapat disusun sendiri oleh pembimbing atau memanfaatkan instrumen yang
Kedua,konferensi kasus. Konferensi kasus dihadiri oleh steakholders sekolah seperti kepala sekolah san wakilny, guru ,pembimbing, wali kelas, orangtua dll.
Ketiga, kunjungan rumah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui pendapat orang anak atau anggota keluarga lainnya. Melalui kunjungan rumah, konselor dapat menetapkan informasi apa yang akan menjadi isi layanan informasi yang akan diikuti siswa atau anggota keluarga yang bersngkutan serta meminta dukungan dan partisipasi orang tua dalam pemberian layanan.
Keempat,alih tangan kasus. Setelah mengikuti layanan informasi, mungkin ada di antara siswa yang ingin mendalami informasi tertentu atau mengaitkan secara khusus informasi yang telah diterimanya dengan permasalahan yang dialaminya. Untuk itu diperlukan upaya lebih lanjut. Keinginan tersebut dpat diupayakan pemenuhannya oleh konselor. Apabila keinginan yang dimaksud berada diluar kewenangan konselor maka upaya alih tangan kasus perlu dilakukan, konselor mengatur pelaksanaan alih tangan kasus tersebut bersama siswa yang menghendaki upaya tersebut.


       
2.3. LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN
            Layanan penempatan adalah usaha-usaha membantu siswa merencanakan masa depannya selama masih di sekolah dan sesudah tamat, memilih program studi lanjutan sebagai persiapan untuk kelak memangku jabatan tertentu.
Individu dalam proses perkembangannya sering dihadapkan pada kondisi yang di satu sisi serasi atu mendukung perkembangannya dan di sisi lain kurang serasi atau kurang mendukung. Kondisi kurang mendukung menimbulkan masalah pada siswa. Oleh sebab itu, layanan penempatan dan penyaluran diupayakan untuk membantu individu yang mengalami kondisi yang kurang mendukung. Layanan ini berusaha meminimalisasi kondisi yang kurang mendukung yang terjadi pada siswa sehingga siswa dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
            Individu sering mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan,sehingga tidak sedikit individu yang bakat,kemampuan minat,dan hobinya tidak tersalurkan dengan baik. Mereka memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang-orang dewasa, terutama konselor,dalam menyalurkan potensi dan mengembangkan dirinya. Disekolah bayak wadah dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bakat,kemampuan dan minat serta hobi,misalnya kegiataan kepramukaan,palang merah remaja(PMR),kegiatan pecinta alam,kegiatan kesenian,olahraga,kelompok-kelompok belajar,dan sebagainya.


1.      Tujuan layanan penempatan penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran bertujuan supaya siswa bisa menempatkan diri dalam program studi akademik dan lingkup kegiatan nonakademik yang menunjang perkembangannya serta semakin merealisasikan rencana msa depan (WINKEL,1991). Dengan kata lain, layanan penempatan dan penyaluran bertujuan agar siswa dapat memperoleh tempat yang sesuai untuk pengembangan potensi dirinya. Tempat yang dimaksud adalah lingkungan baik fisik maupun psikis atau lingkungan sosio emosional termasuk lingkungan lingkungan budaya yang secara langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan siswa.
Merujuk pada fungsi bimbingan konseling yang mencerminkan tujuan secara lebih khusus, tujuan layanan penempatan dan penyaluran adalah sebagai berikut; pertama, fungsi pemahaman. Tujuan nya adalah agar siswa memahami potensi dan kondisi dirinya sendiri serta kondisi lingkungannya. Kedua, fungsi pencegahan, tujuannya adalah untuk mencegah semakin parahnya masalah , hambatan, dan kerugian yang dialami individu atu mencegah berlarut-larutnya masalah yang dihadapi individu.
Ketiga, fungsi pengentasan. Tujuannya adalah untuk mengangkat individu dari kondisi yang tidak baik kepada kondisi yang lebih baik. Fungsi in berkaitan dengan fungsi pencegahan dimana layanan ini berupaya mengatasi masalah siswa dengan menempatkannya pada kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya. Keempat, fungsi pengembangan dan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi-potensi individu dan memeliharanya dari hal-hal yang dapat menghambat dan merugikan perkembangannya.


2.      ISI LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN

Isi layanan penempatan ini meliputi dua sisi, yaitu potensi diri siswa itu sendiri dan sisi lingkungan siswa. Pertama, sisi potensi diri siswa sendiri, mencakup (a) kecenderungan pribadi (b) kondisi psikofisik seperti terlalu banyak bergerak, cepat lelah (c) kemampuan berkomunikasi dan kondisi hubungan sosial (d) kemampuan pancaindra (e) kondisi fisik seperti jenis kelamin, ukuran badan, dan keadaan jasmaniah lainnya.
Kedua, kondisi lingkungan. Mencakup ,(a) kondisi fisik, kelengkapan dan tata letak serta susunannya. (b) kondisi udara dan cahaya (c) kondisi hubungan sosio emosional (d) kondisi dinamis suasana kerja dan cara-cara bertingkah laku, dan (e) kondisi statis seperti aturan-aturan dan pembatasan-pembatasan.

 
3.      TEKNIK LAYANAN P PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Beberapa hal yang perlu dilakukan konselor sebelum melaksanakan layanan penempatan dan penyaluran adalah (a)mengkaji potensi dan kondisi diri subjek layanan (siswa) (b) mengkaji kondisi lingkungan dari lingkungan yang paling dekat mengacu kepada permasalahan subjek layanan, (c) mengkaji kesesuaian antara potensi dan kondisi diri siswa dengan kondisi lingkungannya serta mengidentifikasi permasalahan yang secara dinamis berkembang pada diri siswa (d) mengkaji kondisi dan prospek lingkungan lain yang mungkin ditempati (e) menempatkan subjek kelingkungan baru.

4.      Kegiatan pendukung layanan penempatan dan penyaluran
Pertama, aplikasi instrumen dan himpunan data yang berguna untuk (a) menetapkan subjek sasaran dan layanan, dan (b) memperkaya bahan kajian terhadap potensi dan kondisi diri subjek beserta lingkungannya. Kedua, konferensi kasus. Ketiga, kunjungan rumah, dan keempat, alih tangan kasus.















                           
                                                            BAB III
                                                           PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
            Dalam kajian Bimbingan dan Konseling banyak hal yang berhubungan dengan bimbingan dari konselor kepada klien untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh klien. Terlebih lagi mengenai jenis-jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang terbagi menjadi beberapa layanan ini memiliki fungsi dan kegiatan yang berbeda-beda. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling itu berupa layanan orientasi, layanan informasi, dan layanan penempatan dan penyaluran.
            Layanan orientasi  adalah layanan bimbingan yang di lakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Pemberian layanan ini bertolak dari anggapan bahwa memasuki lingkungan baru bukanlah hal yang selalu dapat berlangsung dengan mudah dan menyenangkan bagi setiap orang. Tujuan layanan orientasi iniuntuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi baru.
            layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan. Layanan informasi bertujuan agar siswa mengetahui dan menguasai informasi yang selanjutnya di manfaatkan untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan perkembangan dirinya.
             Layanan penempatan adalah usaha-usaha membantu siswa merencanakan masa depannya selama masih di sekolah dan sesudah tamat, memilih program studi lanjutan sebagai persiapan untuk kelak memangku jabatan tertentu. Layanan ini bertujuan supaya siswa bisa menempatkan diri dalam program studi akademik dan lingkup kegiatan nonakademik yang menunjang perkembangannya serta semakin merealisasikan rencana msa depan.

3.2. SARAN
            Berdasarkan uraian diatas harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik bagi penulis sendiri maupun para pembaca pada umumnya. Dapat memahami tentang jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling.
Penulis menyadari masih kurang sempurnanya makalah ini karena keterbatasan ilmu, pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
·         Prayitno dan Erman Amti.1999.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Rineka Cipta
·         Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis integrasi). Jakarta: Rajawali Pers
·         Soeparman. 2003. Bimbingan dan Konseling pola 17. Yogyakarta: UCY Press

·         Mannipiare, Andi. 1993. Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional