Makalah Dasar-dasar Bimbingan dan
Konseling
Jenis- jenis
Layanan Bimbingan dan Konseling
Oleh
Kelompok III :
TAUFIK HIDAYAT
YUNI FEBRIANI
YOARA AMELIA
MARTA
SARAH
RESKI YULINDA
PUTRI
Dosen Pembimbing :
Drs. H. R.
ARLIZON,M. PD
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU KEGURUANPENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan pada tuhan yang maha esa, karena dengan pertolonganya
kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ layanan bimbingan dan
konseling”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses
pekerjaanya, tapi kami berhasil mengerjakanya dengan baik.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa/mahasiswi yang telah memeberikan
kontrubusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Kami
berharap semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan terutama bagi kami sebagai pembuat makalah.
Pada
bagian akhir, kami mengulas berbagai masukan dan pendapat dari pembaca tentang
makalah kami ini, karena kami masih dalam tahap belajar kami perlu adanya
masukan jika di dalam makalah kami ini terdapat kesalahan. Semoga makalah yang
kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Pekanbaru, oktober 2014
Pemakalah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………...
DAFTAR ISI ………………………………………………………………...
BAB 1 PENDAHULUAN …………………………………………………..
1.1. Latar Belakang
…………………………………………………..
1.2. Rumusan Masalah
……………………………………….............
1.3. Tujuan ……………………………………………………………
1.4 Manfaat …………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN
……………………………………………............
2.1.
layanan orientasi………………………………………………….
2.2. layanan informasi….......................................................................
2.3. layanan
penempatan/penyaluran ………………………………...
BAB III PENUTUP………………………....................................................
3.1. Kesimpulan
………………………………………………………
3.2. saran …………………………………………………….............
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Bimbingan
dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara
perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal,
dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis
layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK
Mendikbud No. 025/D/1995).
Dalam kajian Bimbingan dan Konseling kita
mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan bimbingan dari konselor kepada
klien untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh klien. Terlebih lagi
mengenai jenis-jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang terbagi menjadi
beberapa layanan ini memiliki fungsi dan kegiatan yang berbeda-beda. Dengan
perbedaan itu akan dikaji secara mendalam mengenai pengertian layanan-layanan
dalam suatu konteks tertentu sehingga kita dapat memahami makna layanan-layanan
itu.
Sehingga dalam pembahasan layanan-layanan bimbingan
dan konseling ini bertujuan untuk membantu para klien yang mengalami masalah
agar dapat mengambil keputusan secara tepat dan akurat dengan bantuan konselor.
Selain itu, akan dibahas pula mengenai pengertian masing-masing layanan
tersebut sehingga akan jelas tindakan klien jika mereka mempunyai masalah yang
tidak dapat diselesaikan sendiri. Sehingga peran konselor sangat penting untuk
membantu kliennya
1.2.
Rumusan
Masalah
§ Apa
yang dimaksud layanan orientasi, layanan informasi dan
layanan penempatan ?
§ Apa
tujuan layanan orientasi,informasi dan penempatan?
§ Apa isi layanan orientasi,informasi dan penempatan?
§ Apa teknik layanan orientasi, informasi,dan penempatan?
§ Apa kegiatan pendukung dari layanan orientasi, informasi
dan penempatan?
1.3.
Tujuan
Ø Mendeskripsikan pengertian layanan orientasi, informasi
dan penempatan
Ø Mendeskripkan tujuan layanan orientasi, informasi, dan
penempatan
Ø Mendiskripsikan isi layanan orientasi,informasi dan
penempatan
Ø Mendiskripsikan teknik layanan orientasi, informasi,dan
penempatan
Ø Mendeskripsikan kegiatan pendukung layanan orientasi,
informasi, dan penempatan.
1.4.
Manfaat
·
Memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar-dasar Bimbingan dan konseling
·
Sebagai bahan ajaran Mata Kuliah Dasar-dasar Bimbingan dan konseling
·
Memahami jenis-jenis layanan dan isi layanan bimbingan dan
konseling
·
Mengetahui teknik dan
kegiatan layanan bimbingan dan konseling
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. LAYANAN ORIENTASI
Layanan orientasi
adalah layanan bimbingan yang di lakukan untuk memperkenalkan siswa baru
dan seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Pemberian layanan ini
bertolak dari anggapan bahwa memasuki lingkungan baru bukanlah hal yang selalu
dapat berlangsung dengan mudah dan menyenangkan bagi setiap orang. Ibarat
seseorang yang baru pertama kali datang ke sebuah kota besar, maka ia berada
dalam keadaan serba buta. Buta tentang arah yang hendak dituju,buta tentang
jalan-jalan,dan buta tentang itu dan ini. Akibat dari kebutaannya itu,tidak
jarang ada yang sesat dan tidak mencapai apa yang hendak ditujunya. Demikian
juga bagi siswa baru disekolah atau bagi orang-orang yang baru memasuki suatu
dunia kerja, mereka belum bnyak mengetahui tntang lingkungan yang baru
dimasukinya.
Menurut prayitno (2004) orientasi berarti tatapan kedepan
ke arah dan tentang sesuatu yang baru. Berdasarkan arti ini, layanan orientasi
bermakna suatu layanan terhadap siswa baik di sekolah maupun di madrasah yang
berkenaan dengan tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru.
Situasi atau lingkungan yang baru bagi individu meupakan sesuatu
yang asing. Dalam kondisi keterasingan, individu akan mengalami kesulitan untuk
bersosialisasi. Ketidak mampuan bersosialisasi juga bisa menimbulkan perilaku maladaptif (perilaku menyimpang)
bagi individu. Layanan orientasi berusaha menjembatani kesenjangan antara
individu dengan suasana atau pun
objek-objek baru. Layanan ini juga akan mengantarkan siswa memasuki suasana ataupun
objek baru agar ia dapat mengambil manfaat berkenaan dengan situasi atau objek
yang baru tersebut.
1.Tujuan layanan
orientasi
Layanan
orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri
terhadap lingkungan atau situasi yang baru.
Dengan kata lain agar individu dapat memperoleh manfaat yang
sebesar-besarnya adri berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan
baru tersebut. Layanan ini juga akan mengantarkan individu untuk memasuki
suasana atau lingkungan baru.
Secara
khusus, tujuan layanan orientasi ini berkenaan dengan fungsi- fungsi tertentu
pelayanan bimbingan dan konseling. Dilihat dari fungsi pemahaman, layanan
orientasi bertujuan untuk membantu individu agar memiliki pemahaman tentang
berbagai hal yang i penting dari suasana yang baru saja dijumpainya. Hal- hal
yang baru dijumpai, diolah oleh individu, dan digunakan untuk sesuatu yang
menguntungkan.
Dilihat dari fungsi pencegahan,layanan
orientasi bertujuan untuk membantu individu agar terhindar dari hal-hal negatif
yang dapat timbul apabila individu tidak memahami situasi atau lingkungannya
yang baru. Dilihat dari fungsi pengembangan, apabila individu mampu
memanfaatkan secara konstruktif sumber-sumber yang ada pada situasi yang baru,
maka individu baru dapat mengembangkan dan memelihara potensi dirinya.
Pemahaman tentang situasi yang baru dan kemampuan konstruktif memasuki suasana
baru, merupakan jalan bagi pengentasan dan dalam membela hak-hak pribadi sendiri (fungsi advokasi).
2.
Isi Layanan
orientasi
Isi layanan
orientasi adalah berbagai hal berkenaan dengan suasana, lingkungan, dan objek
yang baru bagi individu.hal- hal tersebut melingkupi bidang-bidang
(a).pengembangan pribadi (b).pengembangan hubungan sosial, (c). Pengembangan
kegiatan belajar , (d). Pengembangan karier (e). Pengembangan kehidupan
berkeluarga dan (f). Pengembangan kehidupan beragama.
3.
Teknik layanan
orientasi
Proses
layanan orientasi mulai dari perencanaan hingga akhir bisa dilaksanakan melalui
berbagai teknik dalam format lapangan, klasikal, kelompok, individual,dan
politik.
Pertama,
format lapangan. Format ini ditempuh apabila peserta layanan melakukan kegiatan
keluar kelas atau ruangan dalam rangka mengakses objek-objek tertentu yang
menjadi isi layanan. Melalui format ini, siswa mengunjungi objek-objek yang
dimaksud.
Kedua,
format klasikal. Dengan format ini, kegiatan layanan orientasi dilaksanakan di
dalam kelas atau ruangan. Objek-objek yang menjadi isi layanan di bawa ke dalam
kelas dalam bentuk contoh-contoh, ilustrasi melalui gambar,films,tampilan
video, dan lain sebagainya.
Ketiga,format
kelompok. Secara umum polanya sama dengan format klasikal, yaitu dilakukan
secara berkelompok dan terdiri atas sejumlah peserta yang terbatas,misalnya
lima sampai delapan orang, melalui format ini lebih memungkinkan dilakukannya
akses yang lebih intensif terhadap objek layanan.
Keempat,
format individual. Berbeda dengan format kelompok, format ini merupakan format
khusus dilakukan terhadap individu-individu tertentu. Isi layanan juga bersifat
khusus disesuaikan dengan kebutuhan individu yang bersangkutan.
Kelima,
format politik. Dengan format ini, konselor atau pembimbing berupaya
menghubungkan atau mengakifkan pihak-pihak diluar peserta layanan untuk
memberikan dukungan dan fasilitas yang memudahkan pelaksanaan layanan dan
menguntungkan peserta layanan.
4.
Kegiatan pendukung layanan orientasi
Pertama, aplikasi
intrumental dan himpunan data. Pengungkapan masalah individu melalui instrumen
tertentu, misalnya tes dapat menjadi bahan perimbangan untuk layanan orientasi
terutama menetapkan isi layanan dan sekaligus individu akan menjadi peserta
layanan.
Kedua, konferensi
kasus. Harus dapat diarahkan untuk mengidentifikasi hal-hal apa saja yang
dijadikan fokus atau isi layanan. Dalam konferensi kasus dapat juga langsung
dibicarakan siapa peserta layanan dan aspek-aspek teknisnya.
Ketiga,kunjungan
rumah. Untuk hal-hal tertentu apabila memang diperlukan, konselor biasa
melakukan kunjungan rumah untuk lebih mendalami data siswa atau untuk kroscek
data sesuai dengan kebutuhan layanan.
Keempat,alih tangan
kasus.kegiatan ini dilaksanakan apabila keadaan kurang terpenuhinya kebutuhan
siswa oleh konselor, terutama kebutuhan di luar kewenangan koselor.
2.2. LAYANAN INFORMASI
Menurut winkel
(1991) layanan informasi merupakan suatu
layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka
perlukan. Layanan informasi juga bermakna usaha-usaha untuk membekali siswa
dengan pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan hidupnya dan tentang
proses perkembangan anak muda.
Dalam
menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya individu memerlukan berbagai informasi baik untuk keperluannya
sehari-hari, sekarang maupun untuk perencanaan kehidupannya kedepan. Individu
bisa mengalami masalah dalam kehidupannya sehari-hari maupun dalam menghadapi
kebutuhannya di masa depan,akibat tidak menguasai dan tidak mampu mengakses
informasi. Melalui layanan bimbingan dan konseling individu di bantu memperoleh
atau mengakses informasi.
Ada
tiga alasan mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan. pertama, membekali individu dengan berbagai
pengetahuan tentang lungkungan yang yang diperlukannya untuk memecahkan masalah
yang dihadapinya berkenaan dengan lingkungan sekitar, pendidikan,jabatan maupun
sosial budaya. Kedua, memungkinkan individu dapat menentukan arah
hidupnya”kemana ia akan pergi”. Dan ketiga,setiap individu adalah unik.
Keunikan itu akan membawakan pola-pola pengambilan keputusan dan bertindak yang
berbeda-beda disesuaikan dengan aspek-aspek kepribadian masing-masing individu.
Dengan
ketiga alasan itu, layanan informasi merupakan kebutuhan yang amat tinggi
tingkatannya.lebih-lebih apabila diingat bahwa”masa depan adalah abad
informasi”, maka barang siapa tidak memperoleh informasi, maka ia akan
tertinggal dan akan kehilangan masa depan.
1.
Tujuan layanan
informasi
Layanan
informasi bertujan agar siswa mengetahui dan menguasai informasi yang
selanjutnya dimanfaatkan untuk keperluan
kehidupannya sehari-hari dan perkembangan dirinya. Selain itu, apabila merujuk
kepada fungsi pemahaman, layanan informasi bertujuan agar individu memahami
berbagai informasi dengan segala seluk beluknya. Penguasaan akan berbagai
informasi dapat digunakan untuk mencegah timbulnya masalah, pemecahan suatu
masalah, untuk memelihara dan mengembangkan potensi individu serta memungkinkan individu yang bersangkutan
membuka diri dalam mengaktualisasikan hak-haknay.
Layanan
informasi juga bertujuan untuk pengembangan kemandirian. Pemahaman dan
penguasaan individu terhadap informasi yang diperlukannya akan memungkinkan
individu (a)mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya secara
objektif,positif,dan dinamis. (b) mengambil keputusan (c)mengarahkan diri untuk
kegiatan-kegiatan berguna sesuai dengan keputusan yang diambil, dan (d)
mengaktualisasikan secara terintegrasi.
2.
Isi layanan
informasi
Jenis-jenis
informasi yang menjadi isi layanan ini bervariasi. Hal itu tergantung kepada
kebutuhan para peserta layanan. Informasi yang menjadi isi layanan informasi
harus mencakup seluruh seluruh bidang pelayanan bimbingan dan konseling seperti
bidang pengembangan pribadi, bidang pengembangan sosial, bidang pengembangan
kegiatan belajar, perencanaan karier, kehidupan bekeluarga, dan kehidupan
beragama.
3.
Teknik layanan
informasi
Layanan informasi dapat diselenggarakan secara langsung
dan terbuka oleh pembimbing atau konselor kepada seluruh siswa. Beberapa teknik
yang biasa digunakan untuk layanan informasi adalah:
Pertama, ceramah, tanya jawab dan diskusi. Teknik ini
paling umum digunakan dalam penyampaian informasi dalam berbagai kegiatan
termasuk pelayanan bimbingan dan konseling. Melalui teknik ini, pesrta
mendengarkan dan menerima ceramah dari konselor selanjutnya diikuti dengan
tanya jawab dan untuk pendalamanyanya dilakukan diskusi.
Kedua, melalui media. Teknik ini dilakukan melalui media
tertentu, seperti alat peraga, media tertulis, media gambar, poster,dan media
elektronik seperti radio,tape recorder, televisi, dan lain-lain.
Ketiga, acara khusus. Layanan informasi melalui cara ini
dilakukan berkenaan dengan acara khusu di sekolah ,misalnya seperti “Hari tanpa
Asap Rokok”. Kebersihan Lingkungan Hidup, dll.
Keempat,narasumber. Layanan informasi juga bisa diberikan
kepada peserta layanan dengan mengundang narasumber. Misalnya informasi tentang
obat-obatan terlarang, narkoba mengundang narasumber kepolisian. Dengan demikian,
informasi tidak menjadi monopoli konselor. Dengan kata lain tidak semua
informasi diketahui oleh pembimbing. Informasi yang tidak diketahui oleh
pembimbing harus diundang pihak lain yang mengetahui.
4.
Kegiatan pendukung
layanan informasi
Pertama,
aplikasi instrumen dan himpunan data. Instrumen untuk layanan informasi dapat
disusun sendiri oleh pembimbing atau memanfaatkan instrumen yang
Kedua,konferensi
kasus. Konferensi kasus dihadiri oleh steakholders sekolah seperti kepala
sekolah san wakilny, guru ,pembimbing, wali kelas, orangtua dll.
Ketiga, kunjungan
rumah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui pendapat orang anak atau anggota
keluarga lainnya. Melalui kunjungan rumah, konselor dapat menetapkan informasi
apa yang akan menjadi isi layanan informasi yang akan diikuti siswa atau
anggota keluarga yang bersngkutan serta meminta dukungan dan partisipasi orang
tua dalam pemberian layanan.
Keempat,alih
tangan kasus. Setelah mengikuti layanan informasi, mungkin ada di antara siswa
yang ingin mendalami informasi tertentu atau mengaitkan secara khusus informasi
yang telah diterimanya dengan permasalahan yang dialaminya. Untuk itu
diperlukan upaya lebih lanjut. Keinginan tersebut dpat diupayakan pemenuhannya
oleh konselor. Apabila keinginan yang dimaksud berada diluar kewenangan
konselor maka upaya alih tangan kasus perlu dilakukan, konselor mengatur
pelaksanaan alih tangan kasus tersebut bersama siswa yang menghendaki upaya
tersebut.
2.3. LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Layanan penempatan adalah
usaha-usaha membantu siswa merencanakan masa depannya selama masih di sekolah
dan sesudah tamat, memilih program studi lanjutan sebagai persiapan untuk kelak
memangku jabatan tertentu.
Individu dalam
proses perkembangannya sering dihadapkan pada kondisi yang di satu sisi serasi
atu mendukung perkembangannya dan di sisi lain kurang serasi atau kurang
mendukung. Kondisi kurang mendukung menimbulkan masalah pada siswa. Oleh sebab
itu, layanan penempatan dan penyaluran diupayakan untuk membantu individu yang
mengalami kondisi yang kurang mendukung. Layanan ini berusaha meminimalisasi
kondisi yang kurang mendukung yang terjadi pada siswa sehingga siswa dapat
mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Individu sering mengalami kesulitan
dalam menentukan pilihan,sehingga tidak sedikit individu yang bakat,kemampuan
minat,dan hobinya tidak tersalurkan dengan baik. Mereka memerlukan bantuan atau
bimbingan dari orang-orang dewasa, terutama konselor,dalam menyalurkan potensi
dan mengembangkan dirinya. Disekolah bayak wadah dan kegiatan yang dapat
dimanfaatkan untuk pengembangan bakat,kemampuan dan minat serta hobi,misalnya
kegiataan kepramukaan,palang merah remaja(PMR),kegiatan pecinta alam,kegiatan
kesenian,olahraga,kelompok-kelompok belajar,dan sebagainya.
1.
Tujuan layanan
penempatan penyaluran
Layanan penempatan dan
penyaluran bertujuan supaya siswa bisa menempatkan diri dalam program studi
akademik dan lingkup kegiatan nonakademik yang menunjang perkembangannya serta semakin
merealisasikan rencana msa depan (WINKEL,1991). Dengan kata lain, layanan
penempatan dan penyaluran bertujuan agar siswa dapat memperoleh tempat yang
sesuai untuk pengembangan potensi dirinya. Tempat yang dimaksud adalah
lingkungan baik fisik maupun psikis atau lingkungan sosio emosional termasuk
lingkungan lingkungan budaya yang secara langsung berpengaruh terhadap
kehidupan dan perkembangan siswa.
Merujuk pada fungsi bimbingan
konseling yang mencerminkan tujuan secara lebih khusus, tujuan layanan penempatan
dan penyaluran adalah sebagai berikut; pertama, fungsi pemahaman. Tujuan nya
adalah agar siswa memahami potensi dan kondisi dirinya sendiri serta kondisi
lingkungannya. Kedua, fungsi pencegahan, tujuannya adalah untuk mencegah
semakin parahnya masalah , hambatan, dan kerugian yang dialami individu atu
mencegah berlarut-larutnya masalah yang dihadapi individu.
Ketiga, fungsi pengentasan.
Tujuannya adalah untuk mengangkat individu dari kondisi yang tidak baik kepada
kondisi yang lebih baik. Fungsi in berkaitan dengan fungsi pencegahan dimana
layanan ini berupaya mengatasi masalah siswa dengan menempatkannya pada kondisi
yang sesuai dengan kebutuhannya. Keempat, fungsi pengembangan dan pemeliharaan.
Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi-potensi individu dan memeliharanya
dari hal-hal yang dapat menghambat dan merugikan perkembangannya.
2.
ISI LAYANAN
PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Isi layanan penempatan ini
meliputi dua sisi, yaitu potensi diri siswa itu sendiri dan sisi lingkungan
siswa. Pertama, sisi potensi diri siswa sendiri, mencakup (a) kecenderungan
pribadi (b) kondisi psikofisik seperti terlalu banyak bergerak, cepat lelah (c)
kemampuan berkomunikasi dan kondisi hubungan sosial (d) kemampuan pancaindra
(e) kondisi fisik seperti jenis kelamin, ukuran badan, dan keadaan jasmaniah
lainnya.
Kedua, kondisi lingkungan.
Mencakup ,(a) kondisi fisik, kelengkapan dan tata letak serta susunannya. (b)
kondisi udara dan cahaya (c) kondisi hubungan sosio emosional (d) kondisi
dinamis suasana kerja dan cara-cara bertingkah laku, dan (e) kondisi statis
seperti aturan-aturan dan pembatasan-pembatasan.
3.
TEKNIK LAYANAN P
PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Beberapa hal yang perlu dilakukan konselor sebelum
melaksanakan layanan penempatan dan penyaluran adalah (a)mengkaji potensi dan
kondisi diri subjek layanan (siswa) (b) mengkaji kondisi lingkungan dari
lingkungan yang paling dekat mengacu kepada permasalahan subjek layanan, (c)
mengkaji kesesuaian antara potensi dan kondisi diri siswa dengan kondisi
lingkungannya serta mengidentifikasi permasalahan yang secara dinamis
berkembang pada diri siswa (d) mengkaji kondisi dan prospek lingkungan lain
yang mungkin ditempati (e) menempatkan subjek kelingkungan baru.
4. Kegiatan pendukung layanan penempatan dan penyaluran
Pertama, aplikasi instrumen dan himpunan data yang
berguna untuk (a) menetapkan subjek sasaran dan layanan, dan (b) memperkaya
bahan kajian terhadap potensi dan kondisi diri subjek beserta lingkungannya.
Kedua, konferensi kasus. Ketiga, kunjungan rumah, dan keempat, alih tangan
kasus.
BAB III
PENUTUP
3.1.
KESIMPULAN
Dalam kajian
Bimbingan dan Konseling banyak hal yang berhubungan dengan bimbingan dari
konselor kepada klien untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh klien.
Terlebih lagi mengenai jenis-jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang
terbagi menjadi beberapa layanan ini memiliki fungsi dan kegiatan yang
berbeda-beda. Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling itu berupa layanan
orientasi, layanan informasi, dan layanan penempatan dan penyaluran.
Layanan orientasi adalah layanan
bimbingan yang di lakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan seseorang
terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Pemberian layanan ini bertolak dari
anggapan bahwa memasuki lingkungan baru bukanlah hal yang selalu dapat
berlangsung dengan mudah dan menyenangkan bagi setiap orang. Tujuan layanan
orientasi iniuntuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap
lingkungan atau situasi baru.
layanan
informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu
akan informasi yang mereka perlukan. Layanan informasi bertujuan agar siswa
mengetahui dan menguasai informasi yang selanjutnya di manfaatkan untuk keperluan
hidupnya sehari-hari dan perkembangan dirinya.
Layanan penempatan adalah usaha-usaha membantu
siswa merencanakan masa depannya selama masih di sekolah dan sesudah tamat, memilih
program studi lanjutan sebagai persiapan untuk kelak memangku jabatan tertentu.
Layanan ini bertujuan supaya siswa bisa menempatkan diri dalam program studi
akademik dan lingkup kegiatan nonakademik yang menunjang perkembangannya serta
semakin merealisasikan rencana msa depan.
3.2. SARAN
Berdasarkan
uraian diatas harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak, baik bagi penulis sendiri maupun para pembaca pada umumnya. Dapat memahami tentang jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling.
Penulis menyadari masih kurang sempurnanya makalah
ini karena keterbatasan ilmu,
pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu,
kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
·
Prayitno dan Erman
Amti.1999.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Rineka Cipta
·
Tohirin. 2007.
Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis integrasi). Jakarta:
Rajawali Pers
·
Soeparman. 2003.
Bimbingan dan Konseling pola 17. Yogyakarta: UCY Press
·
Mannipiare, Andi.
1993. Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional